Bakteri pada Cabang Dapat Memupuk Pepohonan Secara Alami

Co-penulis Andrew Sher mengambil sampel salah satu pohon poplar. Kredit: Sharon L. Doty

Co-penulis Andrew Sher mengambil sampel salah satu pohon poplar. Kredit: Sharon L. Doty

Bakteri di dalam dan di luar tubuh kita telah terbukti mempunyai peran penting bagi kesehatan manusia, karena pengaruhnya terhadap gizi, obesitas dan perlindungan dari penyakit.
Tetapi hanya baru-baru ini ilmu pengetahuan menyelidiki pentingnya mikrobioma tumbuhan. Karena tumbuhan tidak bisa bergerak, maka tumbuhan sangat bergantung pada hubungan dengan mikroba untuk membantu mendapatkan zat hara.
Saat ini, ahli mikrobiologi tumbuhan, Sharon Doty, dari University of Washington, bersama dengan timnya yang terdiri dari mahasiswa sarjana dan pascasarjana serta staf, telah menunjukkan bahwa pohon poplar yang tumbuh di lahan yang berbatu, dan tidak ramah dapat menjadi tempat bagi bakteri yang bisa memberikan hara yang berharga untuk membantu tumbuhan tersebut tumbuh. Temuan tersebut, yang bisa memiliki implikasi bagi produktivitas tanaman pertanian dan tanaman bioenergi, diterbitkan pada tanggal19 Mei di jurnal PLoS ONE.
Para peneliti menemukan bahwa komunitas mikroba sangat beragam, bervariasi secara dramatis bahkan dalam irisan-irisan yang berdekatan satu sama lain.
“Keragaman ini membuat sangat sulit untuk mengukur aktivitasnya, tetapi merupakan kunci bagi biologi karena mungkin hanya kelompok-kelompok mikroorganisme tertentu saja yang bekerja sama untuk memberikan hara ini kepada inangnya,” kata Doty, seorang profesor di Fakultas Ilmu Lingkungan dan Kehutanan University of Washington.

Dalam situs penelitian ini,  di sepanjang Sungai Snoqualmie, poplar dan willow merupakan spesies tumbuhan yang dominan di dataran banjir dan didominasi bebatuan serta dengan nitrogen terbatas ini. Foto diambil pada tahun 2002, 2006 dan 2015. Kredit: Sharon L. Doty

Dalam situs penelitian ini, di sepanjang Sungai Snoqualmie, poplar dan willow merupakan spesies tumbuhan yang dominan di dataran banjir dan didominasi bebatuan serta dengan nitrogen terbatas ini. Foto diambil pada tahun 2002, 2006 dan 2015. Kredit: Sharon L. Doty

Fiksasi nitrogen adalah proses alami yang penting untuk mempertahankan semua bentuk kehidupan. Di lingkungan rendah hara yang terjadi secara alami seperti lahan-lahan berbatu, tandus, tumbuh-tumbuhan berasosiasi dengan bakteri pengikat nitrogen untuk memperoleh hara penting ini.
Adalah sudah terdokumentasikan dengan baik bahwa fiksasi nitrogen terjadi pada nodul-nodul yang kaya bakteri pada akar kacang-kacangan seperti kedelai, cengkeh, alfalfa dan lupin. Bakteri-bakteri ini membantu akar mengikat gas nitrogen atmosfer menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman.
Ada keyakinan yang kuat bahwa hanya tanaman dengan bintil akar saja yang bisa mendapatkan keuntungan simbiosis ini. Namun, penelitian ini memberikan bukti langsung pertama bahwa fiksasi nitrogen dapat terjadi di cabang-cabang pohon, tanpa perlu adanya bintil akar.
Hal ini bisa memiliki implikasi signifikan bagi tanaman-tanaman umum pertanian. Mikroba-mikroba yang telah diisolasi dari tanaman poplar dan willow liar oleh tim tersebut ternyata dapat membantu jagung, tomat dan paprika, serta rumput rumput dan pohon-pohon hutan untuk tumbuh dengan jumlah pupuk yang lebih kecil.
Pupuk dibuat dengan menggunakan bahan bakar fosil, sehingga biayanya dapat sangat fluktuatif. Karena pupuk digunakan untuk menumbuhkan segala jenis tanaman mulai dari tanaman pertanian, tanaman bioenergi, tanaman pohon untuk diambil kayunya sampai dengan rumput di lapangan golf, harga dan ketersediaannya yang tidak stabil tersebut pasti mempengaruhi semua orang.
“Dengan memiliki akses ke strain mikroba-mikroba kunci yang membantu tanaman-tanaman liar yang tumbuh hanya pada batu dan pasir akan menjadi sangat krusial untuk menggerakkan pertanian, bioenergi dan kehutanan jauh dari ketergantungan pada pupuk kimia menuju cara yang lebih alami untuk meningkatkan produktivitas tanaman,” kata Doty.

Sumber:
Bacteria in branches naturally fertilize trees

This entry was posted in Berita Pertanian and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *